Inilah 5 Faktor yang Mendorong Remaja Merokok



Di kehidupan sehari-hari, kita sering kali menjumpai orang yang merokok, baik lingkungan rumah maupun di tempat umum. Perilaku merokok merupakan perbuatan yang sangat merugikan, terutama bagi kesehatan, tetapi masih banyak orang yang melakukannya. 

Kebiasaan merokok tidak hanya berbahaya bagi si perokok, tetapi juga mengancam kesehatan orang-orang disekitarnya yang ikut menghisap asap yang dikeluarkan oleh si perokok.

Perilaku tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, malahan anak-anak dan remaja di zaman sekarang sudah banyak yang menjadi perokok. Bahkan beberapa diantaranya ada yang masih duduk di sekolah dasar.

Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bahwa terdapat penambahan jumlah perokok di atas usia 15 tahun mencapai 33,8 persen dan penduduk usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2 persen di tahun 2013 menjadi 9,1 persen di tahun 2018. Tentu saja data tersebut menampilkan bahwa angka kenaikan merokok di usia remaja cukup tinggi. 

Fase remaja merupakan salah satu tahapan yang penting dalam perkembangan manusia. Dalam masa remaja akan terjadi periode peralihan dari fase anak-anak menuju fase dewasa. Sehingga remaja akan mencoba untuk bergaya dan berperilaku layaknya seperti orang dewasa, salah satu perilaku yang diikuti yaitu merokok.

Terdapat berbagai penyebab yang menjadi alasan mengapa seseorang merokok. Penyebab tersebut terbagi menjadi tiga, yaitu kepuasan psikologis, sifat terbuka orang tua terhadap perilaku merokok, dan pengaruh dari teman sebaya. Dari penyebab tersebut, diketahui bahwa dorongan para remaja untuk merokok disebabkan oleh faktor psikososial. 

Psikososial merupakan suatu kondisi yang terjadi pada individu yang mencakup aspek psikis dan sosial atau sebaliknya. Psikososial menunjuk  pada hubungan yang dinamis antara faktor psikis dan sosial, yang saling  berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. 

Berikut ini uraian mengenai faktor-faktor perilaku merokok pada remaja

 

        1.    Faktor Kepribadian

 

Manusia pada umumnya memiliki rasa ingin tahu yang besar, apalagi pada masa remaja. Biasanya remaja memiliki keinginan untuk mencoba berbagai macam hal yang baru. Dari yang berisiko atau tidak itu semua memberikan pengalaman baru bagi mereka.

Salah satunya keingintahuan mereka akan rokok, bagaimana aromanya, rasanya, dan sensasinya saat melakukannya. Selain itu ada juga yang merokok karena bentuk pelampiasan pada rasa sakit, baik itu karena sakit hati atau karena sedang stress. 

Dengan merokok tersebut rasa sakit atau stress akan hilang, dengan kata lain merokok dapat membantu mereka untuk menghilangkan rasa sakit atau stress yang sedang dialami dan menimbulkan rasa senang dalam diri.

 

        2.    Faktor Keluarga

Orang tua merupakan sosok yang paling berpengaruh dalam lingkungan keluarga. Maka dari itu perilaku orang tua merupakan cerminan bagi anak-anaknya. 

Jika orang tua tersebut bersifat konservatif maka keluarganya akan sulit bahkan tidak akan terjerumus dengan rokok dibandingkan dengan orang tua yang permisif, dan pengaruh yang paling kuat apabila orang tua sendiri yang menjadi contoh perokok aktif, maka anak-anak mereka sangat memungkinkan untuk menirunya.

Perilaku merokok yang ditiru remaja, biasanya didapat dari perilaku merokok ayah. Selain itu, remaja perokok juga berasal dari orang tua yang tidak memperhatikan anaknya. Mereka biasanya terlalu fokus pada pekerjaan atau hal yang lainnya sehingga komunikasi antara anak dan orang tua berkurang yang menyebabkan anak tersebut lepas kontrol. 

 

        3.    Faktor Teman

Pada masa remaja pengaruh teman sebaya baik teman di sekolah maupun teman bermain sangatlah kuat, salah satunya penyebab perilaku merokok. 

Salah satu karakteristik remaja adalah ingin berbaur dan menyesuaikan diri dalam suatu kelompok atau genk. Penyesuaian diri tersebut dilakukan dengan bertingkah laku yang sama dengan anggota kelompok lainnya.

Oleh karena itu, remaja sering kali meniru perilaku merokok temannya karena ingin terlihat sama dengan teman dekatnya. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mencapai hubungan baik dan lebih matang dengan teman sebayanya. Mengikuti perilaku merokok teman sebaya mungkin merupakan salah satu upaya untuk mencapai tugas perkembangannya.

 

        4.    Faktor Iklan

 

Iklan di media massa dan elektronik memiliki peranan yang besar dalam mempengaruhi remaja untuk merokok. Iklan-iklan mengenai rokok dapat dijumpai dimana saja, mulai dari spanduk, billboard, media cetak dan media elektronik.

 Melihat iklan yang menampilkan bahwa perokok adalah lambang kejantanan, membuat mereka seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku di iklan tersebut. Iklan rokok tidak henti-hentinya mempengaruhi remaja supaya mengonsumsi rokok. Dengan melihat iklan tersebut secara tidak langsung mendorong para remaja untuk membeli dan mencoba produk-produk rokok. 

 

        5.    Pembentukan Image

Faktor selanjutnya penyebab remaja merokok adalah ingin dapat terlihat dewasa. Pembentukan image merupakan awal dari pembentukan identitas pada remaja, dimana pembentukan identitas merupakan hal yang penting bagi remaja.

Salah satu hasrat remaja adalah minat terhadap status simbol. Status simbol merupakan simbol prestise yang menunjukkan bahwa orang yang memilikinya akan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dalam kelompok. Rokok dijadikan salah satu status simbol bagi remaja dengan anggapan merokok adalah tingkah laku yang menunjukkan kematangan dan melambangkan status hampir dewasa. Sehingga, dengan merokok mereka merasa mendapatkan image dewasa.


Post a Comment

2 Comments