Inilah Rahasia Zikir yang Perlu Anda Ketahui



Mengingat dan mengagunggungkan nama Allah adalah kewajiban bagi umat islam. Allah telah menjanjikan pahala untuk siapapun yang selalu mendekatkan diri dengan-Nya.

Kalimat pemujaan terhadap sang Khalik sangatlah sederhana tetapi ternyata bermakna maha dahsyat. Bahkan ada bacaan tertentu yang dipakai untuk penyembuhan penyakit dan ada juga segelintir oknum yang menyalahgunakan untuk tujuan sesat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya" (QS. Ahzab: 41)

Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar, ketiga kata ini sering kali terucap dari mulut kita, baik dalam shalat, doa, maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Maha Suci Allah, segala pujian bagi Allah, Allah Maha Besar. Semuanya bertujuan untuk mengagungkan kebesaran asma Allah سبحانه وتعالى. Supaya kita senantiasa mengingat bahwa tidak ada yang lebih berkuasa selain Dia.

Manusia hanyalah mahkluk ciptaanya yang penuh dengan salah dan dosa. Sebagai umat islam kita diwajibkan untuk selalu mendekatkan diri dengan sang Maha Pencipta.

Salah satu caranya adalah dengan menyebutkan kata-kata mulia tadi membaca nama mulia Allah atau Asmaul Husna dan bacaan dalam Al-Qur'an. Aktifitas ini biasa disebut dengan zikir.

Dalam surat Al-Ahzab ayat 41 disebutkan bahwa zikir hendaknya dilakukan sebanyak-banyaknya karena setelah ditelusuri ternyata zikir banyak manfaatnya baik secara spiritual, emosi, bahkan sampai kesehatan.

Berdzikir adalah mengagungkan kebesaran sang Khalik, memuji dan bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya serta memohon ampun atas dosa dan salah yang kita lakukan.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 200 disebutkan "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat" (QS. Al-Baqarah: 200)

Dalam surat tersebut dijelaskan tentang sebuah riwayat ketika jaman jahiliyah, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Orang Arab pada waktu itu mempunyai kebiasaan bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyang mereka.

Ada yang membanggakan karena nenek moyangnya telah membagikan-bagikan makanan, meringankan beban, dan membayarkan denda orang lain. Mereka menyebut apa yang telah dilakukan nenek moyangnya itu, pada saat melakukan wukuf. Ada juga yang melakukannya saat berada di sisi jumrah.

Maka turunlah ayat tersebut untuk memberi petunjuk kepada mereka, apa yang harus dilakukan ketika sedang wukuf. Mengagungkan nenek moyang akhirnya diubah menjadi mengagungkan asma Allah dan zikir juga dijadikan sebagai tuntunan doa ketika sedang wukuf.

Ada lagi sebuah riwayat dalam hadist shahih muslim. Suatu ketika Fatimah mengeluhkan tangannya yang sakit akibat alat penumbuk biji-bijian. Pekerjaan rumahnyapun sangat banyak. Ketika itu Nabi mendapatkan seorang tawanan untuk dijadikan pelayan.

Maka berangkatlah Fatimah ke rumah ayahnya. Setelah bertemu dengan ayahnya, disampaikanlah maksudnya untuk meminta pelayan untuk membantu pekerjaan rumahnya. Tetapi Nabi bersabda

"Maukah kamu kuajarkan sesuatu yang lebih baik dari yang kamu minta" maka Nabi mengajarkan bacaan takbir (Allahu Akbar) sebanyak 33 kali, tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali, serta tahmid (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali.

Kalimat itu hendaknya diucapkan sebelum berbaring ke tempat tidur. Menurut Nabi hal itu lebih baik dari seorang pelayan.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa tiada amal perbuatan anak adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah. Begitu besarnya keutamaam zikir dan begitu dahsyatnya kalimat-kalimat mulia itu.

Dalam sebuah riwayat hadist disebutkan "Apabila kamu melewati taman taman Surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya "Apa yang dimaksud taman-taman Surga itu Ya Rasulallah" beliau menjawab "Majelis majelis yang didalamnya yang disebut asma Allah"

Rasulullah selalu mengajarkan kita untuk selalu mengingat Allah. Tetapi dzikir seperti apakah yang sesuai dengan tuntunan Rasul. Rasulullah mengajarkan beberapa bacaan untuk dzikir seperti tasbih, takbir, tahmid istigfar, tahlil, basmalah, dan isti'adzah atau mohon perlindungan untuk kondisi tertentu.

Tentu saja doa yang dibaca dari Al-Qur'an karena dari sanalah Sumber segala doa. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari "2 kalimat ringan ucapan lidah berat dalam timbangan dan disukai oleh Allah yaitu kalimat Subhanallah wabihamdihi subhanallah hiladzim yaitu maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya maha suci Allah yang Maha Agung"

Dalam Hadits Riwayat Muslim juga disebutkan bahwa barangsiapa yang membaca tidak ada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya kepunyaan-Nyalah segenap kerajaan dan milik-Nyalah segala pujian serta Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Setiap hari sebanyak 100 kali, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama besarnya dengan membebaskan 10 orang budak dan akan dicatat untuknya 100 kebajikan serta dihapus darinya 100 keburukan.

Dan barangsiapa yang membaca Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya sebanyak 100 kali setiap hari maka akan terhapuslah semua dosanya sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan.

Bacaan dzikir lainnya adalah nama Mulia Allah atau Asmaul Husna. Rasul bersabda bahwa "Allah memiliki 99 nama yang bagus, barangsiapa yang mampu menghapalnya maka dia akan masuk surga. Sesungguhnya Allah itu ganjil dan Dia menyukai yang ganjil"

Sebagai orang yang beriman tentunya kita tidak akan begitu saja dengan wirid atau doa yang tidak ada tuntunannya.

Rasul juga mengajarkan tentang cara berzikir. Dalam riwayat Abu Musa Rasul menganjurkan supaya merendahkan suara ketika membaca takbi, Rasul bersabda "Wahai Manusia rendahkanlah suara kamu sekalian karena kamu sekalian karena kamu sekalian sesungguhnya sedang tidak memohon kepada yang tuli maupun yang gaib tetapi sedang memohon kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat yang selalu bersama kamu sekalian"

Dalam Al-Qur'an Allah juga berfirman "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai" (QS. Al-Araf: 205)

Ketika sedang berdzikir dan berdoa hendaknya kita meneguhkan hati dan yakin bahwa Allah lah Yang Maha Pemberi segalanya. Dzikir sebaiknya dilakukan dengan khusuk dan tulus keluar dari hati.

Lafal dzikir yang sungguh-sungguh kadang sampai memainkan emosi kita. Tidak jarang orang sampai menitikkan air mata ketika mengengingat betapa besar dosa dan salah yang telah dilakukan. Betapa kecil dan tidak beartinya kita di hadapan Allah, apalagi ketika mendengar bacaan Al-Qur'an yang begitu syahdu kadang membuat hati kita sampai bergetar.

Tetapi tidak lantas orang yang berzikir harus menangis, Apalah artinya air mata kalau itu tidak berasal dari hati. Semua yang dilakukan dengan ikhlas pasti akan memunculkan perasaan tersendiri yang pastinya akan berbeda pada setiap orang.

Karena saking dahsyatnya makna dzikir dan wirid ada juga yang menyalahgunakan untuk tujuan yang sesat, semakin gencarnya godaan setan terhadap iman seseorang dan ditambah tuntutan ekonomi yang tinggi membuat sekelompok orang nekat mendatangkan dukun dukun yang berkedok ulama.

Ulama gadungan atau dukun itu mengajarkan cara-cara wirid yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasul. Ada pula yang menambahkan dengan beberapa ibadah yang mengada-ngada seperti puasa makanan tertentu yang tidak ada tuntunannya dalam Al-Qur'an dan al-hadits padahal sebenarnya dukun itu meminta bantuan kepada jin. Nauzubillahminzalik

Orang yang tidak kuat imannya akan menggunakan cara ini agar keinginannya terkabul. Misalnya saja untuk pengasihan atau penarik lawan jenis, pesugihan atau mencelakai orang lain.

Perbuatan seperti ini merupakan dosa yang besar pertama karena mempercayai dukun, percaya kepada selain Allah adalah syirik. Dalam surat An-Nisa: 48 disebutkan tentang bahaya syirik

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar" (QS. An-Nisa: 48)

Rasulullah juga mengingatkan tentang bahaya Syirik ini seperti Dalam Hadis Muslim dan Abu Dawud "Barangsiapa yang mendatangi dukun peramal dan Bertanya kepadanya tentang sesuatu lalu mempercayainya maka shalatnya selama 40 malam tidak akan diterima"

Jelaslah jika mempercayai dukun dilarang oleh Allah. Meskipun sarana yang dipakai adalah wirid dan doa tetapi jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah ï·º tetap saja tidak dibenarkan. Apalagi dengan sengaja menyalahgunakan doa dan wirid, kalau secara terbuka dukun mengatakan tentang kerjasama dengan jin, mungkin akan ada banyak yang takut tetapi dengan mendali doa dan wirid tentu akan menarik banyak orang yang sedang tersesat imannya. Nauzubillahminzalik

Semoga kita bukan golongan yang syirik kepada Allah.

Selain untuk tujuan kejahatan ternyata ada juga yang salah kaprah tentang dzikir dan wirid, tujuannya baik dan mulia tetapi kalau caranya tidak sesuai sunnah rasul tentu tetap tidak dapat dibenarkan. Hal ini karena cenderung ke arah bid'ah, semua perbuatan bid'ah adalah sesat.

Biasanya Salah kaprah ini ditemui pada pengobatan alternatif. Dzikir dan doa adalah sarana untuk pengobatan baik itu untuk penyakit badan atau fisik maupun penyakit rohani.

Imam Abdul Qayyum ra berkata pada suatu ketika aku pernah jatuh sakit tetapi aku tidak menemukan seorang dokter atau obat penyembuh. Lalu aku berusaha mengobati dan menyembuhkan diriku dengan surat Al Fatihah, maka aku melihat pengaruh yang sangat menakjubkan. Aku ambil segelas air zam-zam dan membacakan kepadanya surat Al Fatihah berkali-kali, lalu aku meminumnya hingga aku mendapatkan kesembuhan total.

Selanjutnya aku bercanda dengan cara tersebut dalam mengobati berbagai penyakit dan aku merasakan manfaat yang sangat besar.

Sebagai tindakan preventif dapat kita lakukan sendiri misalnya dengan membaca ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu dan ketika akan tidur atau membaca surat Al-Ikhlas, Al Falaq, dan An-Nas di waktu pagi dan petang membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah di awal malam.

Pengobatan doa dengan dzikir itu disebut dengan ruqyah. Para ulama telah sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat yaitu pertama menggunakan firman Allah سبحانه وتعالى atau Asmaul Husna atau Sabda Rasulullah saw, ketua ruqyah harus diucapkan dengan bahasa Arab, diucapkan dengan jelas, dan dapat dipahami maknanya, ketiga harus diyakini bahwa yang memberikan pengaruh Bukankah zat ruqyah itu sendiri tetapi yang memberi pengaruh ialah kekuasaan Allah.

Jadi kalau pengobatan melakukan mantra itu arti sudah tidak sesuai syariat karena hal seperti ini masih dapat ditemui di daerah adat dan budaya yang masih kental.

Yang harus diwaspadai sekarang ialah dukun yang berkedok alim atau kyai. Dukun sudah jelas dilarang agama tetapi kalau tokoh pengobatan Islami melakukan yang tidak sesuai syariat itu berarti sama dengan dukun.

Misalnya saja seperti sang kyai gadungan menganjurkan bacaan doa-doa tapi ditambah dengan amalan seperti dengan mandi kembang tujuh rupa atau dengan doa yang meminta kepada roh nenek moyang itu jelas perbuatan syirik dan merupakan dosa besar.

Kita harus yakin dengan kekuasaan Allah, kesembuhan datangnya dari Allah semata, kalaupun tidak dapat disembuhkan oleh Al-Qur'an berarti Allah tidak memberikan kesembuhan kepadanya atau belum mau menyembuhkannya saat itu.

Dzikir ternyata mempunyai banyak manfaat Ibnu Al Qoyyim ra mengatakan bahwa dzikir mempunyai 73 manfaat. Dzikir dapat membuka lahan rezeki, wirid yang dilakukan secara rutin dan doa yang sungguh-sungguh insyaaAllah dapat membuka pintu rezeki bagi pelakunya.

Hasilnyapun bervariasi ada yang datang secara tiba-tiba yang tidak disangka-sangka dan ada pula yang datang setelah jangka waktu tertentu.

Dzikir juga dapat menyinari wajah dan hati, maka bagi yang sedang mencari pasangan hidup tidak perlu mencari ilmu pelet untuk menarik lawan jenis. Bekerjasama dengan jin jelas tidak sesuai dengan syariat, lebih baik mengamalkan dzikir dan wirid.

Untaian kalimat mulia yang keluar dari mulut akan membuat wajah bersinar, tentunya akan lebih memberikan daya tarik yang lebih alami.

Apalagi untuk kaum hawa yang selalu menambahkan innerbeauty, dzikir dapat memunculkan kecantikan itu, tutur kata pun seolah terlatih untuk tidak mengatakan hal-hal yang buruk. Hati juga tidak akan gelisah jika disertai dengan doa dan ibadah lain secara teratur InsyaAllah jodoh akan segera datang.

Untuk itu marilah kita lebih meningkatkan kualitas iman dan mendekatkan diri kepada pencipta kita, kita harus senantiasa menyadari bahwa tidak ada satu pun yang dapat menandingi kekuasaanNya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali berkat bantuan Allah سبحانه وتعالى. Lahaula walakuata illabillah


Post a Comment

0 Comments