Perbedaan dari Iblis, Jin, dan Setan






Sebagai umat Islam percaya kepada hal yang ghaib merupakan salah satu rukun iman, salah satu hal ghaib yang harus kita percaya adalah adanya kehidupan jin, iblis, dan setan yang akan selalu menggoda manusia, agar mereka membangkang dari jalan Allah dan berusaha mengajak manusia berbuat hal-hal yang dilarang agama.

Pernahkah terbesit di pikiran Anda apa perbedaan jin, iblis, dan setan ini?

Jika selama ini kita hanya mengetahui persamaannya saja, yaitu sama-sama menyesatkan manusia dari jalan Allah.

Jin

Alam jin adalah alam yang berdiri sendiri, ia terpisah dan berbeda dengan alam manusia namun keduanya hidup dalam dunia yang sama keduanya pun mempunyai kesamaan yakni berkewajiban untuk beribadah kepada Allah.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56)

Jin adalah salah satu jenis makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala yang memiliki fisik berbeda dengan manusia atau malaikat. Jin diciptakan dari bahan dasar api.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap." (QS. Ar-Rahman: 14-15)

Dalam kehidupan Jin, ia hidup sama seperti manusia ada yang muslim dan ada pula yang kafir, ada yang baik dan ada juga yang jahat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda." (QS. Al-Jinn: 11)

Setan

Kata setan berasal dari bahasa Arab yaitu shaitan yang berarti jauh, maksudnya adalah sesuatu yang selalu menjauhkan manusia dari kebenaran. Kemudian kata setan ini digunakan makhluk berakal yang durhaka dan membangkang.

Pada awalnya istilah setan ini diberikan kepada salah satu golongan jin yang beribadah kepada Allah dan tinggal bersama malaikat di dalam surga. Akan tetapi ketika mereka menolak untuk jujur kepada Adam dan membangkang kepada Allah, maka mereka diusir dari Surga.

Sejak saat itulah mereka menjadi mahluk yang terkutuk sampai hari kiamat kelak.

Untuk memahami setan satu prinsip yang harus kita ketahui adalah jin itu makhluk dan setan itu sifat. Setan adalah sifat untuk menyebut setiap makhluk yang jahat, membangkang, tidak taat, suka membelot, suka maksiat, suka melawan aturan atau semacamnya.

Karena setan itu sifat maka kata ini bisa melekat pada diri manusia dan jin, Bagaimana penyelesaian Allah سبحانه وتعالى bahwa ada setan dari golongan jin dan manusia.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"dari (golongan) jin dan manusia."
(QS. An-Nas: 6)

Namun tidak semua Jin adalah setan karena jin ada juga yang sholeh dan ada yang Mukmin jadi setan hanya ditunjukkan untuk Jin yang membangkang demikian tidak semua setan adalah jin karena dalam surat an-nas ditegaskan bahwa setan juga ada dari golongan manusia, setiap manusia yang membangkang, durhaka, dan selalu menjauhkan manusia lainnya dari petunjuk Allah mereka dinamakan setan.

Iblis

Iblis adalah makhluk durhaka yang jenisnya adalah jin bukan jenis manusia Al-Qur'an al-karim secara tegas menyebutkan bahwa iblis itu adalah dari jenis jin.

Menurut satu riwayat dahulunya iblis ini bernama Nail akan tetapi sejak ia membangkang dan menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam dirubah nama menjadi setan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim." (QS. Al-Kahf: 50)

Iblis itu adalah seorang oknum yang berjenis jin, iblis adalah salah satu Jin yang menjadi gembongnya para pembangkang. Dialah dahulu Jin yang paling dekat dengan Allah سبحانه وتعالى lalu berubah menjadi ingkar lantaran tidak mau diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, motivasi yang menghalangi iblis yaitu untuk sujud kepada Adam tidak lain adalah rasa kesombongan dan tinggi hati, dia merasa dirinya jauh lebih baik dari Adam.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS. Al-A'raf: 12)

Ciri yang paling utama dari iblis adalah dia tidak mati-mati sampai hari kiamat dan penangguan usianya itu memang telah diberikan Allah سبحانه وتعالى. Iblis menjawab "Beri tangguh lah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"(Allah) berfirman, "Maka, turunlah kamu darinya (Surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina."(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan." (Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu." (QS. Al-A'raf: 13-15)

Jadi iblis adalah nama seorang jin yang hidup di masa penciptaan Adam alaihissalam dan tidak mati-mati sampai hari ini. Iblis adalah kakek moyangnya setan yang juga punya keturunan, namun keturunannya itu tidak mendapatkan jaminan untuk hidup sampai kiamat dan sebagai bangsa jin ada diantara keturunannya itu yang mati meski barangkali usianya berbeda dengan manusia tetapi tetap akan mati juga kecuali kakek moyang mereka yaitu iblis.

Adanya Allah dan para malaikat nya surga dan neraka, kehidupan di alam barzah, kebangkitan manusia di padang mahsyar semua adalah termasuk keagaiban yang tidak diketahui manusia ada jin tapi harus dipercayai dan dijadikan sebagai pilar-pilar iman.

Semua itu menjadi rahasia Allah dan Rasul yang telah diberi wahyu tentangnya. Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk memberitahukan kepada umatnya tentang ketidaktahuan seputar yang gaib.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-A'raf: 188)

Post a Comment

0 Comments