Surga adalah negeri akhirat, tempat segala kesenangan dan kebahagiaan. Allah سبحانه وتعالى telah berjanji akan memberikan pada kaum yang beriman, dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist ditemukan uraian yang sangat rinci tentang Surga, misalnya surga itu seluas langit dan bumi sebagaimana disebutkan di surat Ali-Imran ayat 133.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali 'Imran: 133)
Juga berulang kali ini di sebutkan adanya sungai-sungai yang mengalir di dalam Surga, dalam surah Ar-Rahman Allah سبحانه وتعالى menjadikan dua surga bagi yang mempersiapkan diri dengan takwa dan takut menghadapi siksa Tuhannya. Kedua surga itu mempunyai pohon-pohon dan buah-buahan. Di dalam keduanya ada mata air yang mengalir, terdapat juga segala macam buah-buahan yang berpasangan. Penghuninya bertelekan di atas permadani dan sebelah dalamnya dari sutra dan buah-buahan di kedua Surga itu dapat dipetik dari dekat.
Di dalam Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum para penghuni-penghuni Surga yang akan menjadi suami-suami mereka, dan tidak pula disentuh oleh jin, seolah-olah bidadari-bidadari itu permata yakut dan marjan.
Selain kedua Surga itu ada lagi dua surga yang kelihatannya hijau tua warnanya, ada dua mata air yang memancar dan berbagai macam buah-buahan, kurma serah delima. Penghuninya bertelekan pada bantal-bantal yang hijau serta permadani-permadani yang indah. Seperti itulah surga yang digambarkan dalam surah Ar-Rahman.
Dalam surat Al-Waqi'ah ayat 15 hingga 26 dijelaskan kelak manusia terbagi menjadi tiga kelompok, golongan kiri, golongan kanan, dan orang-orang yang sangat terkemuka karena mereka yang paling dulu beriman sehingga mendapat tempat khusus yang di dekatkan kepada Allah dalam surga kenikmatan.
Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi anak-anak muda yang awet muda dengan membawa gelas, cerek, seloki yang diisi minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karena meminum air itu dan tidak pula mabuk.
Disamping itu di dalamnya ada yang berbagai macam buah-buahan yang diinginkan para penghuninya. Demikian daging burung yang mereka pula inginkan. Para penghuni Surga akan merasakan nikmatnya sungai susu, arak, dan madu.
Allah سبحانه وتعالى berfirman :
"Perumpamaan taman Surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?" (QS. Muhammad: 15)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir disebutkan bahwa meskipun mereka makan dan minum tetapi tidak buang air kecil dan mengeluarkan ingus. DI dalam Surga juga terdapat bidadari-bidadari yang bermata jelita, laksamana mutiara yang tersimpan baik sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan sia-sia dan tidak pula ada perkataan yang menimbulkan dosa. Mereka mendengar ucapan salam.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya" (QS. An-Nabaa: 31-33)
Penghuni surga hidup dalam kebahagiaan penuh.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Mereka itulah yang memperoleh Surga 'Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; (dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah;" (QS. Al-Kahf: 31)
"Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan." (QS. Al-Muthaffifiin: 24)
"Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka, mutiara yang bertaburan." (QS. Al-Insan: 19)
"Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar." (QS. Al-Insan: 20)
Bukan hanya satu surga, penghuninya memperoleh dua Surga. Banyak ayat yang berbicara tentang Surga menggunakan bentuk jamak tetapi tidak ada ayat yang berbicara tentang neraka dalam bentuk jamak. Bahkan ditegaskan bahwa
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga." (QS. Ar-Rahman: 46)
Dalam konteks ini Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak seorang pun di antara kamu, kecuali memiliki dua rumah: satu rumah di surga dan satu di neraka. Apabila seorang (durhaka) meninggal dan masuk neraka, maka yang masuk ke surga mewarisi rumah penghuni surga itu. Itulah yang dimaksud firman Allah dalam surat Al-Mu'minun ayat 10. "Mereka orang-orang yang mewarisi (rumah di surga)". (HR. Muslim)
Pendek kata, kenikmatan surga itu dapat digambarkan seperti firman Allah dalam surat Fussilat ayat 31
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (Surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta." (QS. Fussilat: 31)
Juga seperti firman Allah "Aku telah menyediakan buat hamba-hambaKu apa yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam pikiran. Rasulullah ﷺ ketika menyampaikan firman ini, kemudian membaca firman Allah dalam QS As-Sajjdah ayat tujuh: "Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata. Sebagaimana balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (HR. Muslim)
Berbanding terbalik dengan para penghuni Neraka. Para penghuni Neraka saling bermusuhan, tercekam rasa takut serta dibenci kehadirannya. Maka sesungguhnya orang-orang bertakwa sangat bersyukur berada dalam Surga yang didalamnya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata karena tidak terlintas dalam benak, karena betapa indah dan nikmatnya di dalam Surga.
Para malaikat berkata kepada mereka "Masuklah ke dalamnya dengan selamat sejahtera" yakni mereka disambut dengan ucapan selama datang. Mereka selalu damai dalam keadaan aman. Tidak ada sedikitpun kedengkian di antara mereka karena Allah telah cabut kebencian itu sampai ke akar-akarnya sehingga tidak akan muncul lagi dan tidak juga berbekas apa yang tadinya ketika di dunia berada dalam dada-dada mereka, seperti dendam kesumat, dengki, dan permusuhan semua hilang ketika berada di dalam Surga.
Dengan demikian mereka menjadi saudara-saudara yang saling bersahabat dan saling mencintai.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (QS. Al-Hijr: 46-47)
Selain itu, juga akan diberi umur muda sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ "Ahli surga, berbadan indah tanpa bulu, matanya indah bercelak, umurnya 30 atau 33 tahun dengan postur seperti Nabi Adam, panjangnya 60 hasta dan lebarnya 7 hasta." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Sedang puncak kenikmatan yang diperoleh penduduk surga adalah kesempatan memandang wajah Allah سبحانه وتعالى yang mulia, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ "Jika Surga telah dimasuki oleh para penghuninya, ada yang menyeru: "Wahai penduduk Surga, sesungguhnya Allah mempunyai suatu janji untuk kalian yang janji tersebut berada di sisi Allah di mana dia ingin menunaikannya" Mereka berkata: "Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukan kami ke Surga dan menyelamatkan kami dari Neraka? Beliau melanjutkan: "Maka menyingkapkan hijabnya (tabirnya) sehingga mereka melihat-Nya (wajah Allah). Demi Allah, Allah belum pernah memberikan sesuatupun yang lebih mereka cintai dan menyejukkan pandangan mereka daripada melihatNya." (HR. Muslim)
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni Surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus: 26)
Karenanya Surga merupakan tempat bagi orang yang beriman dan bertaqwa setelah di Dunia. Maka, apakah Surga belum diciptakan Allah سبحانه وتعالى? Mengingat semua itu akan terjadi setelah hari kiamat !
Dalam pemahaman aqidah ahli sunnah jamaah Surga dan Neraka tidak diciptakan nanti setelah kiamat terjadi tetapi Surga dan Neraka telah tercipta sejak dahulu kala. Allah menciptakan Surga dan Neraka sebelum menciptakan yang lain dan Dia menciptakan penduduk untuk masing-masingnya.
Siapa yang di inginkan-Nya akan masuk Surga dengan ampunan dan pertolongannya dan siapa yang di inginkan-Nya masuk ke dalam Neraka sesuai dengan keadilannya. Setiap orang akan berperilaku sesuai dengan ketentuan yang telah diciptakan untuknya, perbuatan baik dan perbuatan buruk telah ditakdirkan untuk semua orang.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali 'Imran: 133)
Ayat ini menegaskan bahwa Surga telah disiapkan bagi orang-orang bertakwa jauh-jauh hari sebelumnya, maka hendaknya orang-orang beriman berkompetisi untuk meraih dalam memasukinya. Demikian pula sebaliknya ini berarti Allah juga telah menyediakan api Neraka bagi kaum kafir, karenanya kita hendaknya tidak memilih jalan hidup orang kafir jika tidak ingin berakhir di tempat mengerikan itu.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang disediakan bagi orang-orang kafir." (QS. Ali 'Imran: 131)
Rasulullah ﷺ membenarkan bahwa Surga dan Neraka sudah tercipta sejak awal "Sesungguhnya bila salah seorang diantara kamu meninggal, maka di perlihatkan kepadanya tempatnya di waktu pagi dan petang. Jika ia termasuk ahli Surga, maka akan memasuki Surga, dan jika termasuk ahli Neraka, maka akan memasuki Neraka. Lalu Dikatakan kepadanya: "Inilah tempatmu sehingga Allah bangkitkan kamu pada hari kiamat." (HR. Bukhari)
Hadits ini menjelaskan bahwa ketika seorang manusia meninggal dunia dan dimasukkan ke liang lahat, maka ia akan menjalani proses interview oleh dua malaikat dan setelah selesai, selanjutnya akan diperlihatkan tempat tinggalnya kelak di akhirat. Jika ia calon penghuni Surga, maka ia akan diperlihatkan Surga, tempat tinggalnya kelak di setiap waktu pagi dan petang di dalam kuburnya. Sebaliknya jika ia termasuk calon penghuni Neraka, maka ia akan diperlihatkan Neraka tempat tinggalnya kelak di setiap waktu pagi dan petang di dalam kuburnya. hal ini akan berlangsung terus menerus di alam kubur atau alam barzah hingga hari kiamat.
Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa orang-orang yang di alam kubur sudah diperlihatkan tempatnya kelak di akhirat, maka mereka akan berdoa. Bagi yang beriman diperlihatkan Surga akan berdoa"Ya Rabb, datangkanlah hari kiamat agar Aku dapat kembali kepada keluarga Aku dan hartaku." (HR. Ahmad)
Do'a ini dipanjatkan karena orang mukmin tidak sabar akan datangnya hari kiamat dan ingin segera meraih janji Allah سبحانه وتعالى itu. Sebaliknya orang kafir dan orang munafik di dalam kubur akan berdoa agar Allah tidak menyegerakan kiamat, karena mereka sudah tahu nasibnya. Mereka berdoa "Ya Rabb, janganlah Engkau datangkan hari kiamat." (HR. Ahmad)
Dalam hadits lainnya diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ di perjalanan dalam malam Isra dan Mi'raj beliau diizinkan Allah untuk melihat Surga, hal ini menegaskan bahwa Surga sesungguhnya sudah ada sejak dahulu "Kemudian Jibril mengantarkanku ke Sidratul Muntaha yang diliputi oleh warna-warna yang sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian Aku masuk ke dalam Surga, yang cahayanya seperti cahaya mutiara dan tanahnya seperti kesturi." (HR. Bukhari)
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim!" (QS. Al-Baqarah: 35)
Ayat ini memunculkan tanya bagi banyak orang, apakah Surga tempat Nabi Adam AS dan Hawa setelah keduanya diciptakan dahulu adalah surga yang sama seperti yang Allah janjikan kepada orang beriman kelak di akhirat. Mayoritas ulama mengatakan bahwa surga Nabi Adam itu adalah surga yang ada dilangit yang kelak akan dihuni oleh kaum Mukmin.
Rasulullah ﷺ bersabda "Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi akan mengumpulkan manusia, kemudian ketika Surga telah didekatkan, maka kaum Mukmin akan bangkit, dan mendatangi Nabi Adam AS kemudian mereka akan bertanya kepadanya: " Wahai bapak kami, mohonlah agar Surga segera dibukakan untuk kami." maka beliau menjawab: "Tidaklah ada yang mengeluarkan kamu dari Surga, melainkan kesalahan bapakmu Adam." (HR. Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah ﷺ bersabda "Nabi Adam dan Nabi Musa AS pernah berdebat di sisi Allah, makam Nabi Adam berhasil mengalahkan Nabi Musa. Nabi Musa berkata: "Wahai Adam, engkaulah orang yang Allah ciptakan langsung dengan tangan-Nya, dan Allah meniupkan ruh-Nya kepadamu, dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu, Allah juga telah memberimu kesempatan untuk tinggal di surga-Nya, kemudian engkau karena dosamu menurunkan seluruh manusia (anak keturunanmu) ke bumi." (HR. Muslim)
Dari kedua hadits ini para ulama berpendapat bahwa Surga yang pernah dihuni Nabi Adam AS beserta istrinya Hawa adalah Surga yang ada di langit yaitu Surga yang juga kelak menjadi teman tempat orang yang beriman dan bertakwa.
Rasulullah ﷺ bersabda "Sesungguhnya di dalam Surga ada 100 tingkatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah, jarak antara dua tingkatan seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kamu memohon kepada Allah, mohonlah surga firdaus kepada-Nya, karena ia terletak di tengah Surga-surga yang tertinggi. Abu Hurairah berkata: "Dan di atasnya ada Arsy Ar-Rahman dan dari situ dipancarkan sungai-sungai Surga." (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain dijelaskan "Sesungguhnya penghuni tingkatan-tingkatan yang tinggi bisa dilihat oleh orang-orang yang di bawah mereka, sebagaimana kalian mau lihat bintang yang naik di cakrawala langit, dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk dari mereka dan keduanya bersenang-senang." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, & Ibnu Hibban)
Itulah beberapa gambaran surga yang ada di dalam Al-Qur'an. Semoga bermanfaat bagi yang membaca

0 Comments