Perjalanan Sesudah Hidup di Dunia




Allah سبحانه وتعالى berfirman "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematiannya" maka tidak ada seorangpun mahkluk di muka bumi ini di luar kecuali dijamin oleh Allah. Seluruh yang hidup di muka bumi ini pasti akan dibinasakan oleh Allah, dan yang tetap langgeng dan tidak akan binasa hanyalah Allah سبحانه وتعالى.

Setiap orang akan mengalami sakaratul maut. Di dalam hadis sahih Bukhari dan sahih Imam Muslim bercerita tentang sakaratul mautnya Rasulullah. Keluar keringat dingin dari dahi yang mulia Rasulullah, ia pingsan beberapa kali, kepalanya diletakkan di atas paha bunda Aisyah, di kompres wajahnya dengan air hangat dan di kompres wajahnya dengan air sejuk sehingga Rasulullah terbangun lalu pingsan lagi. Rasulullah berdo'a "Ya Allah ringankan sakaratul mautku, ringankan sakaratul mautku" Rasul saja mengalami sakitnya sakaratul maut, bagaimana dengan selain rasul yaitu kita.

Sakaratul maut disebut dengan sakarat, orang dalam keadaan mabuk kondisinya padahal dia tidaklah mabuk. Kesakitan yang dialami ketika sakaratul maut, Rasul mengatakan "Bagaikan seluruh bumi ini menghimpitmu dari ujung kaki terus naik ke atas terus ke atas." Jangankan seluruh bumi, satu mobil truk, satu mobil tronton saja melindas kita dari ujung kaki terus naik ke betis terus naik paha terus ke perut kita terus ke dada kita dan itu di rasakan perlahan-lahan.

Apakah kita tahu? Bahwa manusia dalam hidup ini sakaratul mautnya itu menjadi penentu, bagaimana dia setelah kematiannya. Jika dia adalah orang yang banyak tabungan ketaatan dan kesolehannya insyaAllah sakaratul mautnya indah, sakaratul mautnya akan nampak ciri-ciri khusnul khotimah. Tapi jika orang ini semasa hidupnya adalah pendurhaka kepada Allah maka berat sakaratul mautnya.

Rasul mengatakan 70.000 malaikat turun dari langit. Calon mayat ini menyaksikan siapa yang turun. Dalam jumlah yang banyak, jika dia orang yang beriman, sholeh, dan taat, ternyata 70.000 adalah malaikat akan memberikan wajah-wajah yang cantik, wajah-wajah yang bersih, sedap di pandang mata, bibir mereka tersenyum dan turun ke bumi mengelilingi sang calon mayat ini.

Lalu salah seorang diantara mereka itu malaikat maut keluar diantara 70.000 malaikat. Kemudian menghampiri sang calon mayat untuk menarik nyawanya pelan-pelan. Diusap-usap kedua pipinya dikatakan "Wahai jiwa yang tentram kembalilah, kembalilah kepada sang penciptamu." Di belai-belai agar ruh mau meninggalkan badan.

Langsung dibukakan untuknya tirai gaib, hanya si calon mayat ini yang mampu melihat apa yang ada di balik tirai gaib itu. Diperlihatkannya pemandangan surga. Lalu diperlihatkan tempat tinggalnya dikatakan kepadanya ini tempatmu, ada rumah yang maha besar, maha indah, maha megah, maha mahal yang tidak bisa terlihat di muka bumi ini, tak pernah terdengar oleh telinga dan tidak ada mahkluk di bumi ini yang sanggup membuat seperti itu. Ditambah taman-taman yang sangat memukau dan menakjubkan.

Dan tertulis di pintu gerbang besarnya bahwa pemilik tempat ini adalah dia. Maka dikatakan "Masuklah, bergabunglah engkau ke dalam hamba-hambaku, masuklah, bergabunglah engkau ke tempat tinggalmu yaitu surgaKu."

Maka nyawa ini tamak untuk ingin masuk ke situ. Nyawa inipun mulai melepaskan sediki demi sedikit bagian tubuhnya. Dengan senang hati diapun keluar, walaupun begitu seperti di iris-iris rasa sakitnya kematian itu. Tapi ada rasa senang yang memotivitasi yang memberikan semangat untuk segera keluar dari badan.

Setelah nyawa ini keluar dibantu oleh malaikat dengan perlahan-lahan, seperti seorang bidan yang sedang membidani seorang wanita yang sedang melahirkan. Sebelum nyawa itu keluar dari jasad, kaki sudah dingin, betis sudah dingin, lutut sudah dingin, paha sudah dingin, perlahan-lahan keluar sampai di perut kemudian sampai di dada, dadapun berat tersengal-sengal, mulutpun ternganga karena beratnya tekanan yang dirasakan. Walaupun begitu ruh masih berusaha untuk keluar, keluar dan sampailah ke tenggorokan.

Rasulullah "Yang paling terakhir melanyaksikan keberangkatan ruh adalah dua bola mata ini." Maka disunahkan kita untuk menutupnya.

Walapun dia orang yang beriman, sholeh, dan taat. Apakah kita berfikir bahwa orang ini akan ditinggalkan syetan? Dia digoda oleh syetan? Justru godaan syetan yang terkutuk puncak-puncaknya, perjuangan paling terakhir dan menggelincirkan anak cucu Adam adalah ketika sakaratul maut.

Rasul bersabda Setan menghampirinya dalam bentuk keluarganya yang sudah meninggal dunia, mungkin ayah handa kita, mungkin ibunda kita, siapa saja orang yang telah meninggal dunia dekat dengan hati kita. Datang syetan itu berupa orang ini lalu dia membisikan "Ananda, ayah sudah dulu na ayah menantikanmu. Ma sudah sudah dulu na ema rindu padamu, ananda ema sayang padamu. Ketahuilah agama yang lurus itu, agama yang benar itu adalah agama yahudi na masuklah engkau ke agama yahudi ini anggukkan kepalamu isyaratkan setuju na"

Sebagaimana rasul mengatakan hendaklah ketika si calon mayat sedang sakarat siapapun keluarga yang ada bacakan surat Yasinn, supaya setannya pergi menjauh. Saat syetan menggoda agar kita kafir kepada Allah saat itu keluarga kita disamping dan mentalkinkan kita dengan kalimat tauhid. Waktu lahir kita di adzankan dan di dikomatkan waktu meninggal kita di talkinkan supaya kita disambut dengan kalimat tauhid dan ditutup dengan kalimat tauhid.

Setelah itu ruhpun keluar, apabila kita memang orang yang kuat imannya ruh keluar dengan khusnul khotimah. Langsung 70.000 Malaikat memandikan ruh tadi dengan air suci yang dibawa dari langit. Setelah dimandikan dengan sigap dan cepat, ruh tadi dibungkus dengan kain yang dibawa dari surga dan disolatkan oleh 70.000 malaikat bersama dengan malaikat maut.

Setelah ruh disolatkan dan didoakan 70.000 malaikat ini membawa ruh yang suci tadi ke langit, ruh orang beriman ini dibawa semerbak mewangi ke timur dan ke barat bau ruh suci ini.

Sampai di langit dunia. Gerbang raksasa, gerbang gaib yang di tunggu oleh malaikat penunggu dunia bertanya-tanya "Wahai rombongan para malaikat, apa yang kalian bawa ini begitu harum dan sangat mulia baunya" maka malaikat-malaikat tadi menjawab "Taukah kalian yang kami bawa ini adalah fulan lelaki yang beriman, wanita yang beriman dia dari keluarga anu dia dari negeri anu, dia orang yang sholeh, dia orang yang taat, kuat ibadah, rajin ini dan sebagainya, baik pada orang tuanya, santun pada tetangganya, dan memuliakan serta mengasihi anak-anaknya. suka bersedekah dan cinta pada agama, memperjuangkan agamanya dan seterusnya"

Maka apa kata para malaikat yang menjaga gerbang langit "Kalau begitu dia boleh masuk" maka dibukakan "Tapi tolong izinkan kami-kami pun ingin menyolatkannya." Seluruh malaikat penduduk langit dunia langsung menyolatkan ruh orang yang beriman ini. Ruh ini kembali dibawa ber iring-iringan menuju lapisan langit yang kedua, kata Rasulullah dalam shalih Muslim. Sampai di lapisan langit kedua terjadi dialog dengan malaikat penjaga gerbang langit kedua seperti di langit pertama.

Kemuadian para malaikat langit keduapun minta izin agar mereka diizinkan menyolatkan ruh ini. Sampai lapis langit ketujuh seperti itu seluruh kisahnya. Setelah itu Allah berfirman kepada 70.000 malaikat "Aku telah mengakui hambaKu ini dan telah Kuterima sekarang. Kembalikan dia duduk ke jasadnya di liang lahatnya satukan dia dengan jasadnya di liang lahatnya."

Kemuadian 70.000 malaikat ini turun kembali membawa ruh yang telah disolatkan di tujuh lapis langit. Ruh ini dibawa beriringan dengan jenazah yang sedang dibawa ke pemakaman. Disini salah satu rahasia kenapa Rasul mengatakan segerakan menyelenggerakan jenazah, supaya nanti ketika jenazah dibawa, malaikat sedang turun juga membawa ruhnya kembali.

Saat jasad dimasukan ke liang lahatnya, kemudian papanpun ditutup. Tanahpun ditimbun dan dipadatkan sampai ke atas. Rasul menganjurkan doakan setelah kamu meninggalkan 7 langkah terakhir. Doakan keluarga kamu, saudara kamu, yang baru kamu kuburkan ini. Doakan, dia saat sedang di tanya oleh dua malaikat Munkar dan Nakir, doakan kepada Allah agar Allah kuatkan lidahnya, agar Allah kuatkan hatinya.

Kenapa begitu? Rasulullah bersabda "Saat langkah yang terakhir dari orang yang paling terakhir meninggalkan kuburan di langkah ketujuhnya,mayat di dalam liang lahat sudah disatukan oleh Allah dengan ruh, malaikat dan ruhnya. Dia hidup seperti kita hidup sekarang, hanya tidak boleh lagi menggerakan badan, tidak boleh lagi memanggil, tetapi dia menyaksikan semua. Si mayat ini seperti kita menyaksikan pemandangan kubur saat mencengkram dan menakutkan"

Dua malaikat datang, hanya si jenazah yang sudah bersatu kembali dengan ruhnya yang mampu menyaksikan ini, wajah kedua malaikat itu begitu garang, begitu marah, mata kedua malaikat ini mata merah yang membara, suara malaikat ini menggelegar bagaikan petir.

Rasul bersabda "Jika dia bukan orang yang beriman, dia tidak akan mampu menjawab" orang yang diberi oleh Allah kemampuan untuk menjawab adalah orang yang telah membuktikan isi jawaban itu ketika masih hidup di dunia, maka inilah orang yang mampu menjawab dan itu wajib dibantu dengan doa saudara-saudaranya yang masih hidup yang baru saja meninggalkan kuburan.

Allah akan kuatkan lidah orang-orang yang beriman untuk menjawab pertanyaan itu di dunia dan juga di setelah kematiannya. Dia mampu menjawab rabiAllah rabku adalah Allah, agamaku adalah Islam, adapun laki-laki ini dia adalah Rasul Allah teladan kami, kami beriman kepadanya dan kami mengikuti apa yang diajarkannya.

Maka terdengarlah suara dari langit "HambaKu benar, Aku telah menerimanya Aku mengakuinya." Kemudian dinampakkan di dalam kubur itu pemandangan neraka, terbuka pintu neraka, dan terbuka jalan menuju ke neraka, disitu ada tempat penyiksaan yang sangat mengerikan dan menakutkan, tertulis di pintunya nama dia.

Ketakutanlah hamba ini, siapa yang tidak takut ada tempat penyiksaan di dalam neraka di situ tertulis atas nama dia. Kemudian tempat itu disegel, kemudian apa kata malaikat Munkar dan Nakir? "Mestinya disini tempatmu jika engkau duduk di dunia durhaka dan durjana kepada Allah, bermaksiat kepada Allah. Tapi Allah telah menutup ini selama-lamanya buatmu."

Di tutuplah pintu neraka itu dan di hilangkanlah jalan menuju ke sana. Legalah roh ini, legalah nyawa ini dan si jasadpun merasa tenang. Kemudian dibukakan pemandangan yang lain, pemandangan yang luar biasa indahnya terbentang jalan yang begitu menawan untuk menuju ke sana dan tertulis namanya dia penghuni tempat itu. 

Maka dia segera bangkit untuk menuju ke sana, ditahan oleh malaikat "Mau ke mana?"
"Mau ke situ ke tempat saya"
"Nanti, Allah menjanjikan kamu akan memasukinya tetapi setelah kiamat"
"Lalu saya bagaimana?"
"Ada tempat spesialis yang disiapkan oleh Allah untukmu yaitu di taman surga"

Di dalam taman surga dia tidak lagi sedih dia tidak lagi kaku dia sudah selamat sudah. Siapa yang selamat di alam kuburnya maka dia pasti selamat buat selama-lamanya, siapa yang celaka di alam kuburnya dia tidak akan selamat setelah itu.

Orang inipun dibawa ke a’la’il ilin tempat ruhnya orang-orang soleh. Bergabunglah ia dengan orang-orang sebelumnya. Bertangis-tangissanlah sang ayah dan anak yang bertemu di Alam Barzah, ternyata tempat mereka sama di a’la’il ilin.

Begitu lah pertumuan ruh nanti di Alam Barzah. Tapi, yang memilukan hati adalah karena tempat ruh itu ada dua di a’la’il ilin di langit sana di taman-taman surga atau di asfalasyafilin di dalam perut bumi, lubang penyiksaan satu lubang diantara lubang-lubang neraka.

Apabila dia ternyata pendurjana di muka bumi ini, kalaupun dia beramal diapun ria karena tidak ikhlas, pemalas dan suka berbuat dosa tempatnya di asfalasyafilin. Intinya para arwah itu saling bertemu nanti di Alam Barzah, jika memang mereka orang-orang yang soleh dan bertaqwa mereka saling bercerita, bernostalgia tentang hidup.

Perjalanan ruh orang kafir, perjalanan ruh orang islam tapi munafik, perjalanan ruh orang islam tapi musyrik, Rasul menyebutkan 70.000 malaikat turun dari langit dengan pakaian-pakaian hitam yang gelap, mata mereka bagaikan bara api yang begitu mengerikan, wajah mereka seram tidak ada kasih sayang sedikitpun, tidak ada senyum sedikitpun. Begitu angker dan begitu geramnya malaikat-malaikat 70.000 ini turun untuk mengelilingi si calon mayat yang kafir ini.

Si calon mayat yang munafik ini, si calon mayat yang musyrik ini yang ahli dosa dan maksiat ini. Wajah mereka seram semuanya, salah seorang diantara mereka dan ini yang paling mengerikan, ini yang punya wajah paling tidak ada senangnya siapapun yang melihatnya dan inilah malaikat maut.

Keluar diantara 70.000 itu dan mulai membentak "Keluar kamu" yang disuruh keluar adalah ruh. "Hai jiwa yang kotor, hai jiwa yang hitam, hai jiwa yang menjijikan, keluar." Manalah mau, sedangkan yang di lembut-lembutkan saja masih susah, apalagi di bentak-bentak manalah mau keluar.

Malaikat langsung memasukan jari-jarinya ke mulut orang ini untuk menarik ruh itu dengan kasar. Setelah itu diperlihatkan kepada dirinya pemandangan neraka, dengan berbagai macam jenis siksaan dan dia tertulis namanya disitu.

Tempat ini adalah tempat si fulan (nama si calon mayat). Makin takutlah ruh ini keluar, makin tidak mau keluar. Disitulah, dihantam oleh malaikat. Dipukul wajahnya, kemudian punggung juga dihantam, lambungnya dihantam di injak-injak. Makin kuatlah cengkraman ruh itu di dalam tubuhnya.

Singkatnya ruh itupun sudah keluar. Ruh itu tidak dimandikan tapi langsung dibungkus dengan kain kasar yang dibawa dari langit dan kain itu busuk. Ruh tadi keluar, sangat busuk baunya sehingga para malaikat-malaikat tadi pakai masker. Saking busuknya bau ini, malaikat-malaikat itu semakin memburuk wajah mereka dengan bau si ruh yang menjijikan itu. Dibawalah ke langit, sambil di seret-seret.

Sampailah di langit terganggulah malaikat-malaikat penghuni langit dunia dan penjaga gerbang malaikat bertanya "Bau apa ini? Siapa yang kalian bawa?." Maka dikatakan ini adalah si fulan bin fulan, dia adalah orang anu dia kerjanya ketika hidup di dunia berzina, ketika hidup di dunia dia berjudi, dia peminum tua, dia anti sholat dan dicerikan semua kejahatannya. Apa kata malaikat "Kami tidak mau mengotori dan merusak pemandangan langit dunia ini dengan ruh yang seperti ini, kami tidak akan bukakan pintu untuknya."

Menggelegarlah suara dari langit bawa si celaka ini kembali ke bumi, masukan dia dan gabungkan dia dengan jasadnya di liang lahatnya. Ktika iring-iringan jenazah dibawa ke pemakaman, mau diantarkan ke liang lahat ruh ini berkata "Mau dibawa kemana saya, mau di apakan" kata ruh ini. Dia hanya melihat jasadnya saja, dia tidak bisa meliat orang yang membawa jasad ini.

Saat dimasukan ke liang lahat orang yang su’ul khotimah akan ada tanda-tanda su’ul khotimah. Tanda-tanda su’ul khotimah itu yaitu perjalanan ke akhirat. Disini ruh ini akan mengalami tanda su’ul khotimah diantara tanda su’ul khotimah bentuk kematian yang mengerikan, wajah yang berubah menghitam kemudian apabila dia di kuburkan atau dimandikan akan terjadi hal-hal yang tidak baik pada tubuhnya. Ada tanda-tanda tidak baik ketika di kuburkanpun ada beberapa tanda.

Mereka sekarang ini dalam kubur ini sedang di azab pada waktu dhuha. Mereka sekarang ini sedang di azab, bukan karena dosa besar mereka di azab. Tapi mereka di azab salah satunya yaitu seorang di antara mereka disiksa ketika hidup di dunia karena dia kencing tapi terbuka di hadapan umum, dia tidak menutup diri ketika buang air kecil dan dia tidak memberi batas antara dirinya dengan tempat dia membuang air kecil itu. Karena jika langsung nembak ke lantai maka percikannya akan kena, dia tidak bersuci dan dia tidak memakai pembatas sehingga terbuka dari pandangan orang.

Yang kedua pekerjaannya di masa hidup suka mengadu domba orang, membuat orang yang mesra jadi benci, membuat orang yang berteman jadi saling musuhan dan lain-lain. Orang yang macam ini akan disiksa. Selanjutnya ruh itu dimasukan ke liang lahat bersatu dengan jasadnya dengan dua malaikat. Malaikat Munkar dan Nakir datang kepada ruh itu bertanya dengan pertanyaan yang sama. Suaranya menggelegar saat itu dia tidak punya amal yang cukup di dunia maka dia tidak mampu menjawab dan memang tidak bisa menjawab.

Lidahnya berusaha untuk menjawab apa yang mungkin sudah dia kenal, tapi saat dia ingin menjawab tetapi tidak bisa keluar bahasanya, dia ditanya marabbuka siapa rabbmu? Madimuka apa agamamu? Wamadatakulu anharajuluhu. Apa yang engkau katakan tentang laki-laki itu yaitu Rasulullah? Dia mau menjawab tapi dia tidak bisa menjawab, jika orang munafik hanya pertanyaan terakhir yang mampu dia jawab itupun jawabannya sesuai dengan keadaan hidupnya di dunia.

Lalu dipukullah ia dengan satu kali hantam masuk ke dalam perut bumi, retak dan pecah bagian kepala dan segala macamnya. Kemuadian dia ditarik lagi keluar disitu dia langsung dinampakkan pemandangan surga kepadanya dalam keadaan sakit dia melihat pemandangan surga ada tertulis namanya disitu, dia ingin loncat untuk lari kesana, ditahan dia "Mau kemana?"
"Mau kesitu tempat saya"
"Seharusnya memang disini tempatmu yang Allah janjikan tapi engkau telah meninggalkannya ketika engkau hidup didunia engkau maksiat kepada Allah." Disegellah tempat itu dan dia tidak akan menempati tempat itu selama-lamanya.

Lalu dinampakkan pemandangan neraka dan ada tempat penyiksaannya disitu, kemudian dikatakan "Ini tempatmu, ini yang akan engkau tempati selama-lamanya wahai durjana." Maka menjeritlah sang hamba celaka ini dalam kuburnya "Ya Allah lambatkanlah kiamat, lambatkanlah kiamat, lambatkanlah terjadinya kiamat." Kenapa, karena dia sudah tahu sesudah kiamat dia harus sudah menempati tempat yang disediakan itu. Lalu dia di masukan ke asfalasafilin disiksa sampai hari kiamat.

Demikian penjelasan mengenai perjalanan sesudah hidup di Dunia, semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang beriman.

Post a Comment

0 Comments