Adab-adab Dalam Shalat Berjamaah





Para ulama sepakat, shalat berjamaah merupakan ibadah yang sangat mulia karena Allah mensyariatkan untuk shalat berjamaah di masjid.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Katakanlah, "Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap sholat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula." (QS. Al-A'raf: 29)

Karena itu Rasulullah saw memberikan perhatian besar terhadap shalat berjamaah, beliau bersabda yang artinya "Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan dengan shalat sendirian dengan 27 derajat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan beliau merasa kehilangan ketika ada sahabat yang tidak ikut shalat berjamaah. Ubai bin Ka’ab radhiallahu’anhu menceritakan “Suatu ketika Rasulullah saw mengimami shalat subuh, beliau bertanya kepada para makmum, apakah si A datang?, apakah si B hadir?, beliau menyebutkan beberapa orang munafik kemudian beliau bersabda "Sesungguhnya shaf pertama itu seperti shaf para malaikat. Andai kalian tahu keutamaanya, kalian akan berebut untuk mendapatkannya." (HR. Abu Daud & Nasai)

Agar shalat berjamaah kita sempurna, Rasulullah saw mengajarkan berbagai macam adab diantaranya:

Pertama, apabila kita memasuki masjid dianjurkan mendekat ke sukrah untuk melaksanakan shalat sunah tahiyatul masjid, Rasulullah saw bersabda yang artinya "Apabila kalian masuk masjid, lakukan shalat dua rakaat sebelum duduk." (HR. Bukhari & Muslim)

Kedua, jika waktu iqamah masih lama duduklah dengan tenang menghadap kiblat dan perbanyak membaca doa, karena doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak, Rasulullah saw bersabda yang artinya "Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak." (HR. Abu Daud & Tirmidzi)

Ketiga, jika iqamah dikumadangkan sementara anda sedang shalat sunah dan tidak mungkin untuk diselesaikan maka batalkan shalat sunah dan bergabunglah di shaf untuk melaksanakan shalat wajib.

Rasulullah ï·º bersabda:
"Apabila iqamah telah dikumandangkan, maka tidak ada shalat kecuali wajib." (HR. Muslim)

Keempat, pastikan semua yang mengganggu telah anda singkirkan karena kita dituntut untuk khusyuk ketika shalat, diantaranya mematikan bunyi hp.

Rasulullah ï·º bersabda:
"Sesungguhnya dalam shalat itu sudah banyak kesibukan." (HR. Bukhari & Muslim)

Kelima, apabila anda mendengar bunyi hp anda karena lupa mematikannya sebelum shalat, maka segera matikan hp anda meskipun sedang melaksanakan shalat dan gerakan semacam ini tidak membatalkan shalat karena gerakan ini dibutuhkan, Al Hafid Ibnu Fajar mengatakan "Dianjurkan menghilangkan segala yang mengganggu orang shalat dengan cara apapun, agar dapat menjaga untuk selalu khusyuk."

Keenam, pastikan shaf shalat rapat dan lurus. Merapatkan dan meluruskan shalat berjamaah hukumnya wajib, imam bertanggung jawab memerintahkan makmum untuk merapatkan dan meluruskan shaf shalat mereka, Rasulullah ï·º hampir tidak pernah lupa untuk mengingatkan para sahabatnya akan hal ini setiap shalat berjamaah, karena lurus dan rapatnya shaf merupakan salah satu tonggak kesempurnaan shalat berjamaah.

Rasulullah ï·º pernah memerintahkan para sahabat "Luruskan shaf kalian, karena meluruskan shaf bagian dari kesempurnaan shalat." (HR. Muslim)

Beliau juga memerintahkan agar jamaah merapatkan shaf dan tidak meninggalkan celah dalam shaf. Karena adanya celah akan ditempati syetan.

Rasulullah ï·º bersabda:
"Luruskan shaf, rapatkan pundak, dan tutup celah, perlunak pundak kalian untuk saudaranya, dan jangan tinggalkan celah untuk setan." (HR. Abu Daud)

Ketujuh, ikuti semua gerakan imam, tidak boleh mendahului atau terlalu telat dari gerakan imam.

Rasulullah ï·º bersabada:
"Imam ditunjuk untuk diikuti makmum. Karena itu, janganlah menyelisihi imam. Apabila dia rukuk maka rukuklah, apabila dia i’tidal ucapkan "rabbana lakal hamdu", dan apabila sujud maka sujudlah." (HR. Bukhari & Muslim)

Kedelapan, Rasulullah ï·º memberikan ancaman keras bagi orang yang mendahului gerakan imam.

Rasulullah ï·º bersabda:
"Tidak takutkah kalian, ketika kalian mengangkat kepala (bangkit) sebelum imam, maka akan Allah jadikan kepalanya seperti kepala keledai atau bentuknya seperti bentuk keledai." (HR. Bukhari & Muslim)

Kesembilan, apabila imam lupa gerakan shalat, makmum dianjurkan mengingatkannya dengan membaca subhanallah bagi laki-laki dan menepukkan tangan bagi wanita.

Rasulullah ï·º bersabda:
"Saya hanyalah manusia seperti kalian. Saya lupa sebagaimana kalian lupa. Apabila saya lupa, ingakanlah saya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ï·º bersabda:
"Siapa yang mengalami sesuatu dalam shalatnya, hendaknya dia mengucapkan: "Subhanallah" (HR. Bukhari & Muslim)

Semoga kita dimudahkan untuk selalu istiqamah dalam menjalankannya.

Post a Comment

0 Comments