Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh ideal, bagi wanita tentunya memiliki tubuh langsing jadi idaman sedangkan bagi pria memiliki otot di beberapa tubuh seperti lengan dan perut tentunya menjadi suatu kebanggaan. Semua itu tidak didapat secara cuma-cuma namun banyak perjuangan yang mesti dilalui untuk memiliki postur tubuh ideal, salah satunya adalah diet.
Di zaman sekarang ini ada banyak program diet yang banyak di tawarkan, dari mulai diet garam yang berarti seseorang tidak makan nasi dan garam serta zat perasa lainnya selama 13 hari. Diet waktu makan, diet yang mengharuskan seseorang berpuasa empat sampai duabelas jam, lalu ada pula diet yang mengharuskan kita menghitung jumlah kalori masuk ke dalam tubuh, dan masih banyak lagi.
Namun tahukah, keinginan yang terlalu besar untuk memiliki tubuh ideal banyak juga dari mereka untuk melakukan diet dengan cara yang ekstrim, tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkannya. Misalnya tidak makan dengan waktu yang lama karena mereka beranggapan bahwa semakin lama menawan lapar maka semakin berhasil diet yang dilakukan atau yang lebih parahnya mereka melakukan memuntahkan makanan yang telah dimakannya.
Hal ini disadari atau tidak justru akan membuat tubuh tidak sehat, bisa saja mereka terkena penyakit anoreksia nervosa. Anoreksia nervosa adalah sebuah gangguan makan dari rasa takut terhadap berlebihan kenaikan berat badan.
Sesingguhnya perintah diet merupakan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah سبحانه وتعالى dan dilakukan Rasulullah ﷺ.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)
Hal senada juga ditemukan di surat Al-Baqarah ayat 168 yang artinya "Hai sekalian manusia, makan-makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 168)
Berdiet adalah sesuatu yang menyehatkan dan dipentahkan oleh Allah سبحانه وتعالى, namun banyak cara yang salah yang ditempuh oleh seseorang untuk berdiet. Inilah yang harus segera dibenarkan. Dalam islam tuntunan kehidupan manusia selalu bertindak pada dua sumber utama yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Dalam islam pula Allah telah memilih Rasulullah ﷺ untuk menjadi modal peranan kepada seluruh alam sejagat termasuk dalam perkara diet. Rasulullah ﷺ menjadi penyempurna akhlak manusia.
Prinsip utama berdiet adalah memakan sesuatu secara tidak berlebih-lebihan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Anak adam tidak memenuhkan suatu tempat yang jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan." (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Anak adam tidak memenuhkan suatu tempat yang jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan." (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Lalu prinsip lain yang disebutkan pada dalil lainnya adalah halal dan thoyiban. Halal yang dimaksud adalah jelas riwayat makanannya serta memenuhi standar halal makanan sebagaimana yang disebutkan Al-Qur’an dan Al-Hadist. Sementara thoyiban adalah kualitas kandungan gizi dalam makanan.
Rasulullah ﷺ sebagai utusan Allah menyempurnakan perihal diet dengan kebiasaan yang dilakukan beliau, berikut diet dan pola makan Rasulullah saw antara lain:
Makanlah sesuatu yang halal. Makanan yang halal adalah makanan terhindar dari najis dan bersih sekaligus memberi syarat tentang makanan bergizi dan menyehatkan.
Makanlah secukupnya, kaum muslimin harus mengkomsumsi makanan secara tidak berlebihan, hal ini karena Allah tidak senang dengan hal-hal yang berlebihan atau yang bisa dikenal dengan mubazir.
Memakan sayuran, sesungguhnya Rasulullah ﷺ sangat menyukai labu dan dalam kesempatan lain Rasulullah juga menyukai roti gandum.
Menu makanan Rasulullah dari pagi hingga malam adalah tujuh butir kurma matang dan segelas air madu sebagai sarapan. Menu ini penuh energi dan mampu menghindarkan diri dari racun. Sedangkan untuk makan siang Rasulullah ﷺ meminum cuka sejenis cairan yang biasanya dicampur dengan madu, minuman ini dapat menghindarkan manusia dari kolesterol, melancarkan pencernaan, mencegah lemah tulang, serta kepikunan atau alzeimer.
Tidak tidur usai makan, dalam sebuah hadist Ibnu Sunni Baihaki dan Tabrani disampaikan bahwa memilih tidur usai makan hanya akan membuat hati menjadi keras, berpengaruh juga dengan kesehatan karena tidur usai makan membuat makanan tidak dapat dicerna dengan baik, akibatnya usus mengalami kembung dan peradangan.
Olahraga ala Rasulullah, berdzikir dan shalat adalah cara berolahraga Rasulullah ﷺ. Dengan shalat dan dzikir manusia bisa mengendalikan diri dari sesuatu yang tidak diperintahkan oleh Allah.
Terakhir adalah berfikir positif, berfikir positif adalah cara terbaik dalam mengolah hati. Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah سبحانه وتعالى yaitu meyakini apa yang layak untuk Allah baik dari nama, sifat, dan perbuatannya. Mampu mengendalikan hati, sehingga kita mampu berfikir positif.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى tidak menyukai segala sesuatu yang berlebih-lebihan sehingga Rasulullah saw diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Semoga bisa di teladani oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari.

0 Comments