Ainul Mardhiyah Bidadari Tercantik di Surga





Bidadari adalah wanita cantik di surga yang memiliki perangai yang sangat baik. Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Di dalam Surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik". (QS. Ar-Rahman: 70)

Para bidadari itu sama sekali belum disentuh oleh siapapun termasuk oleh bangsa jin, "Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin". (QS. Ar-Rahman: 74)

Mengapa bidadari itu tak tersentuh? Sebab, Allah sengaja menjaganya di dalam sebuah rumah yang sangat megah di surga, "(bidadari-bidadari) yang jelita putih bersih dipingit dalam rumah". (QS. Ar-Rahman: 72)

Konon, salah satu bidadari yang paling cantik di surga itu bernama Ainul Mardhiyah. Bidadari yang satu ini hanya diberikan untuk mereka yang jihad dijalan Allah. Secara bahasa Ainul Mardhiyah dia berarti mata yang diridhoi atau setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keindahan di hati.

Kisah tentang Ainul Mardhiyah diceritakan dalam hadis Nabi riwayat Tirmidzi: Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (ajakan untuk semangat berjihad) kepada pasukan Islam, Nabi pun bersabda, "Sesungguhnya orang yang mati syahid karena berjihad dijalan Allah, maka Allah akan menganugerahkannya Ainul Mardhiyah, bidadari paling cantik di surga".

Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiyah.

Waktu Dzuhur sebentar lagi, sesuai sunnah Rasul para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi. Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, "Di manakah ini?".

"Inilah Surga", jawab wanita itu.
Kemudian sahabat ini pada tanya lagi, "Apakah anda Ainul Mardhiyah?"
"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiyah. Kalau anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiyah dia sedang berada di bawah pohon yang rindang itu".

Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang dia lihat. "Apakah anda Ainul Mardhiyah?" tanya sahabat itu.
"Bukan, saya penjaganya. Kalau anda ingin bertemu nya disanalah singgasananya", jawab sang bidadari.

Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya, "Apakah anda Ainul Mardhiyah?"

"Bukan, saya bukan Ainul Mardhiyah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika anda ingin menemuinya temuilah dia di mahligai itu". Jawab sang bidadari.

Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjuk. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya, "Apakah anda Ainul Mardhiyah?"
"Ya, benar saya Ainul Mardhiyah", jawab sang bidadari.

Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiyah menghindar dan berkata, " Anda bukan seorang yang mati syahid".

Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan cerita ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid.

Komando jihad pun menggelora. Sahabat inipun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiyah. Ia pun akhirnya mati syahid. Di petang hari ketika bulan puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, "Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardiyah".

Post a Comment

0 Comments