4 Fungsi Penerapan Manajemen Kelas Dalam Pembelajaran


Pengertian Manajeman dan Kelas

Manajemen kelas berasal dari dua kata, yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata bahasa Inggris yaitu management, yang diterjemahkan menjadi “pengelolaan”. Dalam KBBI arti dari manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan atau manajemen merupakan proses mengintegrasikan sumber-sumber yang mencakup orang, alat, media, sarana, dan lainnya yang dikelola agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan.

Sebelum membahas mengenai manajemen kelas, alangkah baiknya terlebih dahulu membahas tentang kelas itu sendiri. Kelas secara umum diartikan sebagai sekelompok peserta didik yang menerima pembelajaran dari pendidik pada waktu yang sama.

Terdapat pandangan lain yang menjelaskan bahwa kelas memiliki dua pemaknaan, yaitu kelas dalam arti sempit dan dalam arti luas. Kelas dalam arti sempit yaitu ruangan yang dibatasi oleh 4 dinding, tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar mengajar. 

Kelas dalam pengertian tradisional ini, mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan siswa menurut tingkat perkembangannya, antara lain berdasarkan pada batas umur kronologis masing-masing, sedangkan dalam arti luas yaitu suatu bagian dari masyarakat sekolah yang di organisir menjadi unit kerja secara dinamis untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara kreatif dalam mencapai tujuan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas merupakan tempat berlangsungnya proses pembelajaran yang dibatasi oleh dinding atau tempat tempat peserta didik belajar.

 

Pengertian Manajeman Kelas

Setelah membahas tentang manajemen dan kelas diatas, maka selanjutnya membahas tentang manajemen kelas.

Menurut Hadar Nawawi, manajemen kelas merupakan kemampuan guru atau pendidik dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah, sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan murid.

Dari penjelasan tersebut jelas bahwa kelas akan efektif apabila guru dapat memanfaatkan secara maksimal potensi kelas. Sedangkan Sudarwan Danim menjelaskan bahwa manajemen kelas merupakan seni atau praksis (praktek dan strategi) kerja, yaitu guru yang bekerja secara individu dengan atau melalui orang lain (bekerja sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan manejemen kelas merupakan upaya mengelola kondisi-kondisi di dalam kelas guna menciptakan dan mempertahankan suasana yang kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

Fungsi Manajemen Kelas

Tingkat keefekvitas pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam manejemen kelas, jadi seorang guru harus memiliki keterampilan dalam mengelola kelas baik dalam merencanakan pembelajaran, proses pembelajaran, dan mengevaluasi pembelajaran.

Apalagi untuk jenjang sekolah dasar, manejemen kelas sangat penting untuk diperhatikan. Biasanya terdapat siswa yang mengganggu suasana atau iklim belajar dengan membuat kegaduhan atau hal yang semacamnya.

Oleh karena itu, keterampilan ini harus dimiliki oleh setiap pendidik, karena seorang pendidik harus pandai dalam menciptakan kondisi atau suasana pembelajaran yang kondusif agar apa yang disampaikan dalam setiap pembelajaran dapat terserap dengan baik oleh peserta didik.

Setelah mendapatkan gambaran mengenai pengertian manejemen kelas, selanjutnya membahas mengenai bagaimana fungsi penerapan manejemen kelas.

Sebelum membahas hal tersebut, kita mesti tahu terlebih dahulu apa itu fungsi dari guru. Sebenarnya guru berfungsi tidak hanya sebagai pengajar, melainkan guru lebih fokus pada kemampuan managerial atau kedudukan dalam memimpin kelas.

Oleh karena itu, guru bertindak sebagai manajer atau pemimpin di dalam kelas dengan mengelola proses pembelajaran agar dapat mempengaruhi siswa supaya dapat melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Jadi kegiatan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas secara garis besar meliputi kegiatan mengajar dan manajerial.

Beberapa kegiatan yang termasuk ke dalam kegiatan managerial di antaranya menciptakan hubungan dan komunikasi yang baik antara guru dengan siswa, memberikan ganjaran pada setiap perilaku siswa baik yang terpuji atau pun yang tidak terpuji (semisal memberi hadiah pada siswa yang berani maju ke depan kelas atau memberi sangsi bagi siswa yang membuat keributan), dan meluruskan tingkah laku peserta didik apabila sudah menyimpang dari aturan yang ada.

Fungsi dari manejemen kelas terbagi menjadi 4 yaitu: merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Semua fungsi tersebut diterapkan didalam kelas sebagai tujuan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Berikut ini merupakan penjelasan dari keempat fungsi manejemen kelas: 

 

1. Merencanakan

Pada dasarnya merupakan suatu proses membuat keputusan mengenai arah yang akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumber daya yang akan diolah dan teknik / metode yang tepat.

Contoh : seorang guru merencanakan perubahan posisi duduk dikelas 5, sesuai dengan kelompoknya masing-masing.

 

2. Mengorganisasikan

Setelah mendapat keputusan mengenai tujuan, sumber daya dan teknik/ metode yang digunakan melalui proses perencanaan, perlu diadakan upaya pengorganisasian. Mengorganisasikan sendiri dapat diartikan sebagai suatu proses mengatur,mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan.

Contoh : seorang guru mengintrusikan pembagian kelompok pada saat jam pelajaran IPA (pengaplikasikan dalam proses perencanaan).

 

3. Memimpin

Lebih menekankan pada upaya mengarahkan dan memotivasi agar dapat melaksanakan tugas pokok fungsinya dengan baik.

Contoh : seorang guru mengarahkan siswa untuk duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing, meningkatkan motivasi dan semangat belajar bagi siswa.

 

4. Mengendalikan

Membuat suatu institusi berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan dan sampai kepada tujuan secara efektif dan efisien. Proses pengendalian melibatkan beberapa elemen yaitu menetapkan standar kinerja, mengukur kinerja, membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan dan mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan.

Contoh : seorang guru mendampingi siswa saat mengerjakan tugas kelompok di kelas agar proses pembelajaran secara berkelompok yang dirancang oleh guru dapat berjalan dengan baik. 

 

Demikian penjelasan mengenai fungsi manajemen kelas, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Post a Comment

0 Comments