Pengertian dan Makna Pendidikan Karakter Menurut Para Ahli


Definisi Karakter

Sebelum membahas mengenai pendidikan karakter, terlebih dahulu dipaparkan mengenai karakter. Pada awalnya penggunaan istilah karakter diambil dari bahasa Yunani yaitu”Charassian” yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan dengan menerapkan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang berperilaku jelek seperti berbohong, rakus, menghina, sombong, iri, kejam dan yang lainnya disebut sebagai orang yang berperilaku jelek. Sebaliknya, orang yang berkebalikan dari perilaku jelek tersebut disebut sebagai berkarakter mulia.

Secara istilah karakter diartikan sebagai sifat-sifat khas seseorang dalam berpikir dan berperilaku untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karakter diartikan sebagai watak, tabiat, pembawaan, kebiasaan. 

Pengertian tersebut sesuai dengan uraian Pusat Bahasa Depdiknas yang mengartikan karakter sebagai bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, dan watak.

Dijelaskan juga dalam kamus psikologi bahwa karakter diartikan sebagai kepribadian yang ditinjau dari titik tolak etis atau moral. Dari pengertian tersebut semuanya menjelaskan bahwa karakter sangat berkaitan dengan segala tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Karakter seseorang dapat dipengaruhi oleh hereditas (keturunan). Menurut Samamai & Hariyanto menjelaskan bahwa karakter adalah nilai dasar yang membangun pribadi seseorang yang terbentuk baik melalui pengaruh hereditas atau lingkungan. 

Oleh karena itu, perilaku perilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh orangtua atau masyarakat.

 

Pendidikan Karakter

Pada dasarnya pendidikan karakter merupakan istilah yang berasal dari dua buah kata yang terpisah, yaitu “pendidikan” dan “karakter”. Untuk memahami hal tersebut, perlu untuk diterjemahkan supaya tidak ambigu dalam memaknai sebuah istilah. Sebab pendidikan bisa diartikan sebagai proses pembentukan karakter, sedangkan karakter merupakan hasil yang dicapai melalui proses pendidikan. 

Pendidikan merupakan proses membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan. Sedangkan karakter merupakan watak, akhlak, atau kepribadian seseorang. Jadi pendidikan karakter merupakan suatu sistem pendidikan yang menanamkan nilai-nilai dalam pendidikan karakter.

Untuk lebih jelasnya mengenai pendidikan karakter mari kita simak pengertian dan makna dari beberapa para ahli, berikut ini:

 

1. Zubaedi

Menurut pendapatnya ia menguraikan bahwa pendidikan karakter merupakan usaha sengaja (sadar) untuk mewujudkan kebajikan, yaitu kualitas kemanusiaan yang baik secara objektif, bukan hanya baik untuk individu perseorangan, tetapi juga baik untuk masyarakat secara kesuluruhan.

 

2. Lickona (1992)

Lickona (1992) menyebutkan bahwa definisi dari pendidikan karakter adalah “the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values”, dari definisi tersebut menyebutkan bahwa pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja untuk membantu orang lain memahami, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti.

 

3. David Elkind dan Freddy

Menurut pendapat mereka pendidikan karakter merupakan usaha sengaja atau sadar untuk membantu manusia memahami, peduli tentang, dan melaksanakan nilai-nilai inti.

 

4. Samami dan Hariyanto (2013)

Samami dan Hariyanto (2013) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai pendidikan yang mendukung perkembangan sosial, emosional, dan etis siswa.

 

5. Raharjo

Raharjo memaknai pendidikan karakter karakter sebagai suatu proses pendidikan secara holistis yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial dalam kehidupan peserta didik sebagai fondasi bagi terbentuknya generasi berkualitas yang yang mampu hidup mandiri dan memiliki prinsip suatu kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

6. Fakry Gaffar

Menurut pandangannya pendidikan karakter adalah suatu proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuhkembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan orang itu.

 

7. Departemen Pendidikan Amerika Serikat

Departemen Pendidikan Amerika Serikat mendefinisikan pendidikan karakter sebagai proses belajar yang memungkinkan siswa dan orang dewasa untuk memahami, peduli dan bertindak pada nilai-nilai etika inti, seperti rasa hormat, kebajikan, keadilan, warga negara yang baik, dan bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain.

 

8. Scerenko

Scerenko memaknai pendidikan karakter sebagai upaya yang sungguh-sungguh dengan cara di mana ciri kepribadian positif dikembangkan, didorong, dan diberdayakan melalui keteladanan, kajian (sejarah dan biografi para bijak dan pemikir besar), serta praktek emulasi (usaha yang maksimal untuk mewujudkan hikmah dari apa-apa yang diamati dan dipelajari)

 

Dari beberapa definisi di atas mengenai pendidikan karakter, maka pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai usaha yang terencana dalam menerapkan nilai-nilai karakter sehingga karakter tersebut dapat dipahami, dihayati dan dilaksanakan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Post a Comment

0 Comments